Jumat, Maret 21, 2014

IMPLIKASI SOSIOKULTURAL MEDIA BARU PADA MASYARAKAT


         Perkembangan teknologi memang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Manusia lah yang menciptakan inovasi teknologi, manusia yang menggunakannya, dan manusia pula yang merasakan dampaknya. Setiap teknologi baru selalu akan membawa implikasi berupa aspek positif dan negatif dalam masyarakat. Namun, pada dasarnya semua aspek tersebut juga diciptakan oleh manusia itu sendiri yang berhubungan dengan bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi.
      Media baru adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai media baru adalah digital yang seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh, dapat berupa Internet, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Singkatnya, Media baru merupakan sebuah sebutan untuk menjelaskan konvergensi antara tekhnologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta hubungan ke dalam jaringan. Disisi lain, media baru akan membentuk perilaku komunikasi baru dalam masyarakat yang membuat masyarakat juga memiliki kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-harinya. Salah satu media baru yang paling populer bagi masyarakat di seluruh dunia yang juga menjadi objek pembahasan dalam esai ini adalah Internet. Ciri media baru internet menurut Denis Mc Quail (Teori Komunikasi Massa, Salemba, 2011;150). Pertama, internet tidak hanya berkaitan dengan produksi  dan distribusi pesan, tetapi juga dapat disetarakan dengan pengolahan, pertukaran, dan penyimpanan. Kedua, media baru merupakan lembaga komunikasi publik dan privat, dan diatur (atau tidak) dengan layak. Ketiga, mereka tidak seteratur sebagaimana media massa yang profesional dan birokratis.
          Membahas mengenai internet, tentu kita tidak akan pernah mampu membatasi informasi yang tersedia. Internet memang sangat memudahkan kita dalam mengetahui berbagai informasi yang kita butuhkan serta memudahkan kita dalam melakukan proses komunikasi. Masyarakat yang mampu menggunakan internet dengan baik biasanya memiliki pikiran yang lebih terbuka. Namun yang perlu disadari, semakin seseorang mampu menggunakan teknologi dan media baru, semakin besar kemungkinan teknologi dan media baru tersebut membawa perubahan dalam diri orang tersebut. Perubahan tersebut dapat berupa sistem nilai, pola pikir, dan sikap.
           Terkait dengan internet maka kita tidak akan asing dengan istilah Komunitas Virtual atau dikenal pula dengan nama Cyberspace/Cyber Society, yang mana pembentuk komunitas virtual adalah multimedia. Komunitas virtual terbiasa menggunakan istilah media untuk berkomunikasi yang pada akhirnya mereka juga terbiasa dengan virtual reality atau dengan kata lain adalah sebuah realitas semu yang terkadang berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya. Tergabung dalam sebuah komunitas virtual sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang salah, namun yang perlu diperhatikan adalah kehadiran teknologi baru dapat menghasilkan sarana identitas tertentu. Media tidak hanya mengubah bagaimana orang menggunakan media tetapi juga membuat orang pandai memanipulasi identitas. Mereka yang sudah sangat menikmati dunia virtual belum tentu menikmati dunia nyatanya, atau dengan kata lain mereka sebenarnya sadar internet dapat menimbulkan ilusi bagi mereka namun mereka terkadang sulit membedakan antara ilusi dengan dunia nyata. Secara sosial, hal ini dapat memberikan implikasi berupa adanya perubahan hubungan sosial antar manusia. Rata-rata orang yang terbiasa berkutat dengan dunia dan komunitas virtualnya akan selalu memikirkan bagaimana mereka dapat meningkatkan eksistensinya dalam dunia tersebut yang sayangnya tidak diimbangi oleh perkembangan hubungan antarmanusia dalam kehidupan nyata. Komunitas virtual tentu memiliki heterogenitas keanggotaan yang tidak terbatas oleh wilayah. Mereka dapat berkomunikasi sesuka mereka kapanpun dan dimanapun tanpa terhalang, namun terkadang hal ini berbanding terbalik dengan hubungan dalam dunia nyata mereka, atau dengan kata lain “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Bila hal ini dilakukan secara terus menerus bukannya tidak mungkin hubungan antarpersona orang-orang tersebut akan benar-benar terganggu dan secara perlahan-lahan mereka bisa mengalami isolasi sosial. Hal ini sangatlah disayangkan, padahal bagaimana kemampuan kita berkomunikasi dengan orang lain dan baik tidaknya jalinan hubungan antar manusia akan sangat mempengaruhi kesuksesan hidup kita masing-masing.
        Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa perubahan manusia akan penggunaan teknologi dapat berupa perubahan pada sistem nilai, pola pikir, dan sikap. Terkait implikasi kultural, adanya komunitas virtual yang lahir dari multimedia tersebut akan berpengaruh pada sistem nilai dan norma pada kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, seseorang yang sangat fanatik pada suatu negara yang memiliki banyak perbedaan dalam segala aspek dengan tempat dimana ia berasal akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan. Semakin orang tersebut fanatik, semakin ia giat mencari informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan negara tersebut atau bergabung dengan komunitas dari negera tersebut sehingga tidak mustahil ia akan hanyut dalam realitas negara ia yang berpengaruh pada pola pikir dan pola kehidupan ia sehari-hari, sehingga ia akan mengadopsi semua nilai dan norma dari negara itu dan diterapkan dalam kehidupan nyatanya. Yang lebih disayangkan lagi, apabila beberapa nilai dan norma yang ia adopsi tersebut sebenarnya tidak cocok diterapkan pada kehidupan nyatanya, namun karema ia sudah terbiasa berkomunikasi dengan komunitas virtualnya dan menganggap semua itu layak ia bawa di kehidupan nyata, ia tidak memedulikan sekelilingnya lagi yang pada akhirnya akan merubah sikap atau caranya menghadapi kehidupan nyatanya. Hal ini lama kelamaan akan menimbulkan gangguan pula terhadap hubungan antarpesonanya. Jadi bisa disimpulkan bahwa sebenarnya perubahan sistem nilai yang dianut sesudah seseorang menggunakan internet/media baru bergantung bagaimana cara mereka menyikapi fakta pada dunia virtual dan dunia nyatanya.
          Memang tidak ada salahnya kita berkembara di internet kemudian tergabung dalam sebuah komunitas virtual atau memiliki banyak relasi yang heterogen yang mungkin dapat memberikan manfaat tertentu bagi diri kita sendiri. Namun, sebagai seorang pengguna teknologi komunikasi kita semua harus mampu mempertimbangkan segala aspek positif dan negatifnya dalam kehidupan virtual maupun kehidupan nyata. Jangan sampai kita terlena dan hanyut pada dunia virtual yang kemudian membawa pengaruh pada kehidupan kita. Teknologi dan berbaai media baru memang menyebabkan satu masalah yang hingga kini masih sulit untuk ditangani, yaitu membanjirnya informasi yang semakin sulit untuk dilakukan filterisasi pada masyarakat. Namun hal tersebut jangan lantas membuat kita malas mencari kebenaran informasi yang sesungguhnya bisa kita cari. Be a “smart people” when you use a “smart media” !

Referensi :
Arini, Frisca. (7 Juni 2012). Media Baru. http://friscaarini.blogspot.com/2012/06/media-     baru.html

Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006,  Handbook of New Media : Social Shaping            and Social             Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London.           Chapter  2  :  “Creating Community  with             Media : History, Theories and Scientific         Investigations



0 komentar:

Posting Komentar