Just a simple site!
Jumat, Oktober 24, 2014
Permasalahan Energi di Indonesia, Solusi Alternatif Penggunaan Energi, serta Langkah Efektif Komunikasi Pembangunan Energi
A. Pendahuluan
Kelangkaan bahan bakar minyak, yang
salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan telah
mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi secara
bersama-sama. Semakin tinggi harga bahan bakar minyak untuk rumah tangga justru
semakin meresahkan masyarakat. Oleh karena hal tersebut, banyak bermunculan
pemikiran untuk mencari berbagai bentuk energi alternatif agar berbagai
kebutuhan bahan bakar masyrakat tetap dapat dipenuhi tanpa merusak lingkungan.
Salah satu
isu global
yang sering diperbincangkan masyarakat Indonesia dan dunia adalah mengenai krisis energi
dan
pemanasan global. Krisis energi yang dampaknya langsung bisa dirasakan adalah tingginya
harga bahan bakar. Hal ini
didorong
oleh kenyataan bahwa kebutuhan (konsumen)
terhadap bahan bakar semakin meningkat dengan pesat, sementara itu sumbernya makin berkurang. Sebagai konsenkuensi logis, tanpa bahan baku
energi kehidupan ini tidak ada.
Oleh karenanya kita membutuhkan sumber energi alternatif
serta
ramah lingkungan yang dapat
kita manfaatkan
guna
mencukupi energi yang semakain menipis, misalnya energi fosil yang diperkirakan beberapa
puluh tahun kedepan akan habis. Salah satu alternative yang
perlu dimanfaatkan
adalah
biogas, yang pemanfaatannya masih belum
maksimal. Padahal
biogas memilki potensi energi yang cukup besar untuk kehidupan, jika kita
tahu bagaimana
mengelolanya.
Bagaimanapun juga, lingkungan
merupakan faktor esensial dalam kehidupan masyarakat. Baik buruknya kondisi
lingkungan memang tergantung dari
bagaimana masyarakat terkait mengelola dan menjaga lingkungan tersebut.
Lingkungan yang baik dan nyaman tentu akan membuat masyarakatnya juga nyaman
dalam menjalani kehidupannya. Dalam perwujudan energi yang potensial untuk
menjadi alternative masyarakat, tentu diperlukan adanya pengelolaan dengan
kerjasama antar berbagai pihak. Oleh karena itu, faktor komunikasi tentu
menjadi sebuah keharusan yang layak dipertimbangkan secara efektif dan efisien
dalam kaitannya mewujudkan berbagai tujuan yang diharapkan oleh berbagai pihak.
Tak dapat dipungkiri, untuk mewujudkan proses komunikasi dalam sektor
lingkungan seperti ini secara efektif dan efisien memang diperlukan kesungguhan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perlu adanya pengkajian pembahasan
terkait dengan pokok permsalahan yang ada pada masyarakat tersebut.
B. Ruang Lingkup Komunikasi Lingkungan
Isu
lingkungan masih menjadi perbincangan seksi. Bukan hanya karena berkaitan
langsung dengan kehidupan manusia, tapi lebih disebabkan semakin meningkatnya
permasalahan lingkungan. Mulai bencana alam yang disebabkan faktor lingkungan
akibat ulah manusia, hingga perubahan iklim yang tak terkendali.
Komunikasi lingkungan menurut Robert
Cox
dalam (Herutomo, 2013) merupakan
media pragmatis dan konstruktif untuk
memberikan
pemahaman kepada masyarakat
mengenai lingkungan. Menyangkut
srategi
pengemasan pesan dalam media untuk menumbuhkan
kesadarn
dan
partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan lingkungan. Komunikator utama
dalam komunikasi lingkungan adalah pemerintah dan organisasi non
pemerintah yang
punya
komitmen terhadap pengelolaan lingkungan. Pada dasarnya komunikasi lingkungan untuk
menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam
mengelola lingkungan
termasuk hutan
polanya
bersifat
dialogis
yang
lebih banyak
terjadi
pada komunikasi
interpersonal dan komunikasi kelompok.
Menurut Wiryono dalam (Herutomo, 2013) pola
komunikasi dibentuk untuk mengidentikasi
dan mengkategorikan unsur-unsur yang relevan dari suatu proses komunikasi khususnya komunikasi
interpersonal.
Pola komunikasi
adalah
representasi dari suatu
peristiwa komunikasi
yang dapat digunakan untuk melihat unsur-unsur yang
terlibat dalam
komunikasi. Sedangkan sejauh mana efektivitasnya tergantung bagaimana relevansi
antara
pola
komunikasi yang
dipakai
dengan kondisi sosial, budaya dan psikologis
khalayak. Komunikasi yang efektif menurut Susanto dalam
(Herutomo, 2013) dapat
dilihat
dari prosentase
antara khalayak yang dapat dipengaruhi dengan khalayak peserta komunikasi disamping itu
efektivitas
komunikasi
juga
dapat diukur dari efek pada khalayak yang
berupa kognitif, afektif, konatif dan efek sosial
meliputi difusi inovasi, opini publik, akulturasi
serta perubahan sosial
ekonomi. Komunikasi
yang efektif jika terjadi dalam suasana yang
menguntungkan, menggunakan
bahasa
yang
mudah
dimengerti dan pesannya menggugah perhatian
dan
minat komunikan.
Severin
dan
Tankard
dalam (Wiryanto, 1998) berpendapat
pola komunikasi dapat membantu merumuskan suatu teori
dan
menyarankan suatu
bentuk
relasi. Pola komunikasi mempunyai tiga proses (1) menggambarkan proses komunikasi (2)
menunjukkan hubungan
visual (3)
membantu menemukan dan memperbaiki
hambatan komunikasi
dan fungsinya dalam (Sendjaya , 1999) mempunyai empat fungsi yaitu (1) pengorganisasian (2) penjelasan (3) heuristic, yang memberikan gambaran mengenai unsur- unsur pokok dari
suatu proses atau sistem dan
(4) prediksi akibat yang terjadi.
Secara empiris aspek komunikasi lingkungan dan kebijakan lingkungan
mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi karena komunikasi
lingkungan tidak hanya menginformasikan secara linier ataupun botton up mengenai masalah
lingkungan tetapi lebih pada
sharing informasi lingkungan secara dialogis. Disamping itu fungsi komunikasi lingkungan menyampaikan tuntutan (policy demand) masyarakat
dalam pengelolaan lingkungan.
Dalam lingkup praktis, komunikasi
lingkungan ini menyangkut strategi pengemasan pesan dan media untuk mendorong pengetahuan,
kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan. Di sini,
pemerintah maupun organisasi non pemerintah yang concern terhadap masalah lingkungan merupakan
komunikator kunci dalam pembuatan kebijakan/ program yang efektif untuk membangun
partisipasi publik dalam implementasinya. Bagi komunikator tersebut,
penyampaian pesan yang efektif kepada publik tidak cukup hanya melalui iklan
dan kampanye di media massa. Memang komunikasi di media massa diakui memiliki
pengaruh besar untuk mentranformasikan pengetahuan kepada masyarakat. Namun
untuk mencapai tahapan kesadaran dan implementasi masih perlu komunikasi
persuasif melalui pendekatan langsung (interpersonal) kepada masyarakat.
Misalnya membentuk kelompok-kelompok peduli lingkungan di masyarakat maupun
penanaman nilai-nilai pelestarian lingkungan sejak dini (M Badri, 2011).
Dalam komunikasi lingkungan yang efektif harus dapat memberi harapan atau keinginan yang berorientasi masa kini maupun masa mendatang. Efektivitas forum komunikasi ini terletak
pada sifat komunikasi yang dialogis, umpan
balik dan komunikatornya mengetahui komunikasinya berhasil atau tidak yang komunikatornya tokoh masyarakat desa hutan yang berfungsi sebagai change
agent. Pengaruh change agent cukup besar dalam mengendalikan perilaku masyarakat desa hutan yang kemudian menjadi perilaku yang ajeg akan
pentingnya kelestarian lingkungan yang
berpengaruh pada meningkatnya kesejahteraan
masyarakat (Herutomo, 2013).
C.
Energi
dan Permasalahannya di Indonesia
Dalam pembahasan ini, lebih berfokus pada sektor energi. Seperti
yang kita ketahui, bahwa segala aktivitas yang dilakukan manusia pada dasarnya
membutuhkan energi. Di Indonesia energi memiliki dua fungsi, yaitu sebagai
pendorong pembangunan dan sebagai sumber devisa. Pertumbuhan ekonomi jelas
membutuhkan ketersediaan berbagai sumber daya alam disamping sumber daya
manusia. Segala macam bentuk energi entah itu dari bahan bakar minyak ataupun
bioenergy akan selalu dibutuhkan oleh manusia dalam aktivitas sehari-hari di
kehidupannya. Karena itu, keterbatasan sumber daya energi menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi,sementara peningkatan produksi minyak bumi
akan dapat menambah devisa negara. Hal senada juga diungkapkan oleh Taufik (2006:36) energi yang dihasilkan dari bahan galian sumber daya alam yang ditambang suatu
saat akan habis. Maka diperlukan
energy lain sebagai pengganti.
Seperti yang kita ketahui krisis energi tengah melanda negeri kita juga negara-negara lain. Krisis energi ini diperkirakan akan terus berlangsung
beberapa tahun ke depan
jika tidak segera diatasi. Peningkatan permintaan kebutuhan energi, terutama energi lisrik, yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya
sumber energi
serta permasalahan emisi dari bahan
bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi energi terbarukan. Disamping itu, adanya pemborosan
penggunaan energi di berbagai lapisan masyarakat turut menambah beban dalam
daftar pemborosan energy yang ada. Bagaimanapun juga, apabila hal ini dibiarkan
terus menerus, Indonesia bisa kehabisan pasokan energi, apalagi energy listrik,
energy yang paling vital di dunia ini.
Berdasarkan fakta yang ada, setelah pulih dari krisis
moneter pada tahun 1998, Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi
energi. Dari tahun 2000 hingga tahun 2004 konsumsi energi primer Indonesia
meningkat sebesar 5.2 % per tahunnya. Peningkatan ini cukup signifikan apabila
dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan energi pada tahun 1995 hingga tahun
2000, yakni sebesar 2.9 % pertahun. Dengan keadaan yang seperti ini,
diperkirakan kebutuhan listrik indonesia akan terus bertambah sebesar 4.6 %
setiap tahunnya, hingga diperkirakan mencapai tiga kali lipat pada tahun 2030.
Kelangkaan sumber daya dan peningkatan permintaan sumber
daya energi di masyarakat bisa menjadi hal yang sulit diselesaikan apabila
tidak dipahami secara benar yang berujung menjadi permasalahan yang sangat
serius. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan menggunakan berbagai energy
alternative yang sudah banyak dipakai di berbagai negara. Bahkan, negara
seperti Norwegia sudah menerapkan diversifikasi energy dengan memanfaatkan air
dan gelombang lau. Di Amerika menggunakan biofuel,
dan Perancis yang menggunakan energy nuklir. Hal tersebut tentu bisa
menginspirasi Indonesia untuk menirunya, sebagai aplikasi nyatanya, beberapa
daerah di Indonesia menggunakan energy alternative seperti biogas dan
biodiesel, bahkan ada kota yang menjadi pusat pembuatan biogas, yaitu Ciwidey,
Jawa Barat.
D.
Jenis Energi Alternatif
Penggunaan bahan bakar minyak dan batu bara untuk listrik,
kendaraan, maupun dalam operasional industri menyebabkan berkurangnya cadangan
minyak bumi dan batu bara yang ada di negeri ini. Oleh karena itu kita harus
mempersiapkan diri untuk berperan serta dalam penggunaan energi alternatif yang
lebih ramah lingkungan serta tidak mengurangi aset kekayaan alam Indonesia. Berikut
adalah beberapa pilihan dari Energi Alternatif yang telah digunakan dan
dikembangkan oleh berbagai pihak didalam maupun di luar negeri (Tridinews,
2014):
1.
Tenaga
Nuklir
Proses reaksi nuklir terkontrol
dapat diterapkan untuk memanfaatkan tenaga nuklir, tenaga nuklir adalah salah
satu sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Proses yang pengunaan
nuklir sebagai energi dikenal sebagai fisi nuklir. Pembangkit listrik
tenaga nuklir yang menggunakan bantuan dari reaktor nuklir, dapat menghasilkan
air panas yang akan menghasilkan uap, lalu diubah menjadi kerja mekanik untuk
menghasilkan listrik. Survei pada tahun 2007 menunjukkan
bahwa sekitar 14% dari pasokan listrik di seluruh dunia berasal dari tenaga
nuklir.
2.
Energi
Biomassa
Materi biologis yang hidup dan mati
disebut sebagai biomassa. Biomassa dapat digunakan sebagai
sumber bahan bakar untuk produksi industri. Tanaman, kulit pohon, serbuk
kayu/gergaji, residu pertanian, serpihan kayu, dan kotoran hewan adalah
beberapa contoh dari biomassa yang biasa digunakan. Biomassa berbeda dengan
bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil menggunakan deposit fosil seperti batubara
yang terkubur di bawah tanah selama berabad-abad lamanya, sumber biomassa
relatif murah dan ramah lingkungan.
3.
Gas
Alam Terkompresi (Compressed Natural Gas)
Gas
alam terkompresi dibuat dengan melakukan kompresi pada gas alam (metana).
Penggunaannya menghasilkan efek gas rumah kaca, tapi meskipun begitu Gas Alam
terkompresi tetap merupakan pilihan yang lebih aman dan bersih dibandingkan
dengan bahan bakar seperti bensin, solar, atau bahan bakar propana (LPG).
4.
Tenaga
Panas Bumi
Energi
panas bumi tergolong murah, dapat diandalkan, dan juga ramah lingkungan.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi merupakan cara efisien untuk mengekstrak
energi yang dapat diperbaharui dan telah disediakan oleh bumi. Penggunaan
tenaga panas bumi sudah dilakukan dari zaman Romawi kuno, pada waktu itu energi
tersebut telah populer untuk pemanas ruangan serta pemanas air untuk mandi.
Berkat perkembangan ilmu
pengetahuan, sekarang tenaga panas bumi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
listrik, tanpa merusak lingkungan.
5.
Tenaga
Air
Pembangkit listrik tenaga air adalah salah satu energi
alternatif yang paling populer. Gaya gravitasi yang membuat air mengalir/jatuh
kebawah, sehingga air yang mengalir/jatuh dari ketinggian tertentu memiliki
energi potensial dan bekerja secara kinetik, energi itu diubah menjadi energi
mekanik untuk menghasilkan listrik. Tidak hanya ramah lingkungan, tapi
pembuatan pembangkit listrik tenaga air juga tidak menghasilkan limbah langsung
apapun.
6.
Tenaga
Angin
Turbin angin yang dapat mengubah
energi angin menjadi listrik, dengan menggunakan rotasi pisau turbin dan
generator listrik. Biasanya dibangun banyak kincir angin besar untuk
menghasilkan listrik di “peternakan angin”. Selain menghasilkan listrik, kincir
angin juga dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan fisik.
7.
Tenaga
Surya atau Matahari
Tenaga Surya Matahari adalah salah
satu sumber energi alternatif yang sangat populer, teknologi untuk memanfaatkan
tenaga surya berkembang dengan sangat pesat. Tidak seperti jaman dulu, sekarang
sel surya mudah dipindahkan dan lebih efisien. Tempat dimana terdapat sinar
matahari yang terik bisa merubah sinar tersebut menjadi energi matahari dan
dapat digunakan sebagai energi secara maksimal.
8.
Tenaga
Gelombang Laut
Dengan mengambil energi dari
gelombang di permukaan laut, pembangkit listrik tenaga gelombang laut
menggunakannya untuk menghasilkan listrik dan melakukan pekerjaan fisik lain.
Teknologi ini tidak banyak digunakan meskipun memiliki potensi yang sangat
besar.
Hambatan utama penggunaan tenaga
gelombang laut adalah dampak negatif yang dapat diterima oleh lingkungan laut.
Dibuatnya pembangkit listrik tenaga gelombang laut pada suatu daerah dapat
menganggu keseimbangan sosial-ekonomi daerah tersebut.
9.
Energi/Tenaga
Pasang Surut Air Laut
Sama dengan tenaga gelombang laut,
Energi/Tenaga Pasang Surut Air Laut juga belum banyak digunakan. Namun para
ahli melihat potensi yang menjanjikan di masa depan. Salah satu alasannya
adalah lebih mudah untuk diprediksi, tidak seperti energi matahari dan angin.
Salah satu faktor utama yang menghalangi pemanfaatan teknologi ini adalah biaya
yang tinggi.
·
Contoh Realisasi Penggunaan Energi
Alternatif di Indonesia (Prasetyo, 2011):
Kebutuhan energi,
terutama listrik yang semkin meningkat dan ketersediaann bahan baku
yang makin menipis serta permasalahan emisi gas rumah kaca merupakan masalah yang
dihadapi oleh masyarakat
global. Upaya pencarian
akan
bahan
bakar yang lebih ramah terhadap
lingkungan
dan dapat
diperbaharui merupakan
solusi
dari permasalahan energi tersebut. Untuk itu indonesia yang memiliki potensi luas wilayah
yang begitu
besar, diharapkan
untuk segera mengaplikasi bahan bakar nabati. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari proses anaerobik digestion dan memiliki prosepek
sebagai energi pengganti bahan bakar fosil yang
keberadaaanya
makin memprihatinkan.
Biogas adalah gas produk akhir pencernaan atau degradasi
anaerobik bahan-bahan
organik oleh bakteri-bakteri anaerobik dalam
lingkungan bebas, termasuk diantaranya: kotoran manusia dan hewan,
limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik
yang biodegradable dalam kondisi anaerobik.
Komponen terbesar (penyusun utama)
biogas adalah metana (CH4, 54 – 80 %-vol) dan karbon
dioksida (CO2, 20 – 45 %-vol). Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana
(CH4). Semakin
tinggi kandungan metana maka
semakin besar kandungan
energi (nilai kalor) pada
biogas, dan sebaliknya
semakin
kecil kandungan
metana
semakin
kecil nilai kalor.
Kualitas biogas dapat
ditingkatkan
dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu
: Menghilangkan hidrogen sulphur, kandungan air dan karbon dioksida (CO2). Hidrogen sulphur mengandung racun dan zat yang
menyebabkan korosi, bila biogas mengandung senyawa
ini maka
akan menyebabkan
gas yang berbahaya sehingga konsentrasi yang di ijinkan maksimal 5 ppm. Bila gas dibakar
maka hidrogen sulphur akan lebih berbahaya
karena akan membentuk
senyawa baru
bersama-sama
oksigen,
yaitu
sulphur dioksida /sulphur trioksida (SO2 / SO3).
senyawa
ini lebih beracun.
Pada saat yang sama akan membentuk Sulphur acid
(H2SO3)
suatu senyawa yang lebih
korosif. Parameter yang kedua adalah menghilangkan kandungan
karbon dioksida
yang memiliki tujuan untuk
meningkatkan kualitas, sehingga
gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Kandungan air dalam biogas akan menurunkan
titik penyalaan
biogas serta
dapat menimbukan
korosif.
Gas metana diperoleh melalui dekomposisi yang
berjalan tanpa kehadiran udara
(anaerob). Tingkat keberhasilan
pembuatan biogas sangat tergantung pada
proses yang terjadi dalam dekomposisi
tersebut. Salah satu kunci dalam proses dekomposisi secara
anaerob pada
pembuatan
biogas adalah kehadiran mikroorganisme.
Biogas dapat diperoleh dari bahan organik melalui
proses
“kerja sama” dari tiga kelompok
mikroorganisme anaerob. Pertama,
kelompok
mikroorganisme
yang
dapat menghidrolisis polimer-polimer organik dan sejumlah lipid menjadi
monosakarida,
asam-asam lemak, asam-asam amino, dan senyawa kimia sejenisnya.
Kedua, kelompok
mikroorganisme yang mampu memfermentasi produk yang dihasilkan
kelompok mikroorganisme pertama menjadi
asam-asam organik
sederhana seperti asam asetat, dikenal sebagai
mikroorganisme penghasil asam
(acidogen).Ketiga, kelompok
mikroorganisme yang mengubah hidrogen dan asam asetat hasil pembentukan
acidogen menjadi gas metan
dan
karbondioksida dikenal dengan
nama
metanogen.
Metanogen terdapat dalam kotoran sapi. Lambung (rumen)
sapi
merupakan
tempat yang cocok bagi perkembangan
metanogen.
Gas metana alami dihasilkan
di dalam lambung sapi tersebut. Proses pembuatan biogas tidak jauh berbeda
dengan proses pembentukan
gas metan dalam
lambung
sapi. Pada
prinsipnya, pembuatan biogas adalah menciptakan gas metan
melalui manipulasi
lingkungan yang
mendukung bagi proses perkembangan
metanogen seperti yang
terjadi
dalam lambung
sapi.
·
Perhitungan Peluang Pemanfaatan Biogas dalam
Mengatasi Masalah Krisis Energi
Hal ini bisa dihitung dengan adanya jumlah bahan
baku biogas yang melimpah
dan rasio antara energi biogas dan energi minyak bumi yang menjanjikan (8900 kkal/m3
gas methan mmurni). Hal yang pertama
harus
diperhitungkan
dalam menghitung
jumlah energi yang dihasilkan adalah berapa banyak
jumlah bahan baku
yang dihasilkan.
Jumlah bahan
baku gas ini didapatkan dengan
menjumlahkan jumlah feses
dan sampah
organik yang dihasilkan
setiap hari. Jumlah bahan baku ini
akan
menentukan berapa jumlah energi
dan volume
alat
pembentuk biogas. Sebagai pertimbangan,
telah diketahui di China
dan India,
dalam
1 hari jumlah
feses yang dihasilkan 1 ekor sapi
adalah 5
kg [7] dan 80 kilogram
kotoran
sapi yang dicampur
80 liter air dan potongan limbah
lainnya dapat
menghasilkan 1 meter kubik biogas [1].
Jika diasumsikan bahwa
jumlah feses manusia yang dihasilkan sebanyak 0.5 kg/hari/orang,
1 keluarga terdiri dari
5 orang, dan setiap keluarga memelihara
1 ekor sapi, serta
1 desa terdiri
dari 40 orang,
maka akan didapatkan hasil perhitungan
jumlah feses yang dihasilkan
sebanyak 140 kg feses/ hari. Dengan
jumlah ini, maka
biogas
yang dihasilkan setiap
hari sebanyak
1,75 m3/hari atau sebesar
15.575kkal/hari.
Hal ini akan semakin mengejutkan
dengan
adanya
perhitungan bahwa jumlah penduduk indonesia berdasarkan
data
statistik pada
tahun 2000 sebanyak
lebih
dari 200 juta jiwa [9].
Dengan
hanya mengandalkan
asumsi perhitungan jumlah kotoran manusia tanpa
memperhitungan
sampah organik
dan feses hewan ternak, akan
didapatkan hasil
feses
sebanyak 100 juta kg feses/hari atau 1,25
juta m3/hari atau
11.125 juta kkal/hari. Apabila dengan asumsi konversi
1 J =
4.2 kal maka
akan didapatkan hasil total energi
yang dihasilkan hanya dari jumlah penduduk
adalah sebesar 30.66 MW.
Harga bahan bakar minyak yang makin meningkat dan ketersediaannya
yang makin menipis serta permasalahan
emisi gas rumah kaca merupakan
masalah yang dihadapi oleh masyarakat global. Upaya
pencarian akan
bahan bakar yang lebih
ramah terhadap
lingkungan dan dapat diperbaharui merupakan
solusi
dari permasalahan energi tersebut.
Untuk
itu indonesia yang memiliki
potensi luas wilayah
yang begitu besar, diharapkan
untuk segera mengaplikasi bahan bakar nabati. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari proses anaerobik digestion dan memiliki prospek sebagai
energi pengganti
bahan bakar
fosil yang keberadaaanya
makin
diminati karena:
1. biogas merupakan energi tanpa
menggunakan material yang masih memiliki
manfaat termasuk
biomassa sehingga biogas
tidak merusak keseimbangan karbondioksida yang diakibatkan
oleh penggundulan
hutan (deforestation)
dan perusakan tanah. Energi biogas dapat berfungsi sebagai energi
pengganti
bahan bakar fosil sehingga
akan menurunkan
gas rumah kaca di atmosfer
dan emisi lainnya.
2. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang
keberadaannya
duatmosfer akan meningkatkan
temperatur,
dengan menggunakan biogas sebagai bahan
bakar maka akan mengurangi gas metana di udara.
3. Limbah berupa sampah kotoran hewan dan manusia
merupakan material yang tidak
bermanfaaat,
bahkan bisa menngakibatkan
racun yang sangat berbahaya. Aplikasi
anaerobik digestion akan meminimalkan
efek tersebut dan meningkatkan
nilai manfaat dari
limbah.
4. Selain keuntungan energy yang didapat dari proses anaerobik digestion dengan menghasilkan gas bio, produk samping
seperti
sludge. Meterial
ini diperoleh dari sisa proses anaerobik
digestion yang berupa padat dan cair. Masing-masing dapat digunakan sebagai pupuk
berupa
pupukcair dan pupuk padat.
E. Strategi Komunikasi Pembangunan Energi
Untuk mengatasi permasalahan energi di Indonesia memang
bukan hal yang mudah, hal ini disebabkan banyak hambatan yang menghadang dalam
berbagai upaya perwujudannya, diantaranya adanya ketidakkonsistenan pemerintah
pada masalah ini. pembangunan minyak-minyak dalam negeri masih sangat lamban dilakukan
oleh pemerintah, sehingga infrastruktur bidang energy yang lemah ini
menyebabkan makin meningkatnya impor minyak di Indonesia. infrastruktur
penyaluran BBM pun juga masih banyak yang memprihatinkan, sehingga penyaluran
BBM menjadi boros. Solusi yang paling tepat memang harus berawal dari
pemerintah, dengan lebih serius memperhatikan masalah pembangunan infrastruktur
yang mendukung kemandirian energi yang diturunkan dalam RUU APBN. (amindoni@mediaindonesia.com, dalam Nuryanti, 2013). Tidak hanya berbicara soal energy listrik, energy
yang tidak dapat diperbarui seperti batu bara dan minyak bumi serta gas alam
juga perlu diperhatikan keadaannya karena semua bahan tersebut menjadi bahan
yang esensial dalam kehidupan manusia.
Menyoal tentang kelangkaan energi, upaya yang dilakukan
pemerintah untuk mengajak masyarakat menyadari situasi yang terjadi sebenarnya
sudah banyak dilakukan, misalnya dibuatnya kampanye hemat energi yang dilakukan
secara terus menerus dan berkesinambungan. Dari Dirjen Kementerian ESDM sendiri
menyebutkan mereka memiliki enam langkah atau upaya untuk mencapai kemandirian
energi. Keenam upaya itu adalah meningkatkan eksplorasi dan produksi migas unconventional, mendorong harga minyak
bumi ke arah ekonomian, konservasi dan pengolaha migas berdasarkan prinsip
berkelanjutan, dan menginvestasikan wilayah kerja migas baru. Langkah menuju
kemandirian ini menjadi tekad kementerian ESDM yang harus dibuktikan kepada
masyarakat (Nuryanti, 2013).
Semua hal tersebut tentu dapat direalisasikan secara
menyeluruh yang tentu membutuhkan keterlibatan banyak pihak dengan mengupayakan
proses komunikasi secara efektif dan efisien. Lagi-lagi hal ini membuktikan
bahwa proses komunikasi sangatlah penting dalam berbagai aspek hubungan
pembangunan masyarakat. Dengan begitu, tentu diperlukan adanya suatu strategi
komunikasi yang tepat akurat. Dalam hal ini tentu, pemerintah lah faktor yang
mampu memegang kendali. Diperlukan pembuktian kredibilitas dalam prosesnya demi
menarik kepercayaan masyarakat akan berbagai rencana yang sudah disiapkan oleh
pemerintah. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pemerintah sebenarnya
sudah melakukan berbagai upaya, hanya saja masih kurang konsisten. Maka dari
itu, disinilah pentingnya sebuah komunikasi yang efektif dan efisien dalam
proses pelaksanaan strategi komunikasi yang akan diterapkan.
Dari buku panduan kementerian ekonomi Jerman, Oepen dijelaskan
bahwa ada sepuluh langkah strategi komunikasi dalam pembangunan, yang dapat diuraikan menjadi strategi komunikasi dalam
membangun kemandirian energi, diantaranya adalah:
1.
Analisa Program/Masalah
Media yang dikembangkan seharusnya merupakan bagian
terpadu dari suatu program yang lebih besar, karena media adalah alat bantu
dalam komunikasi program. Kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum sampai
kepada pengembangan media adalah menganalisa konteks program. Dalam tahap ini,
isu-isu dan masalah-masalah yang ingin dipecahkan oleh program, dipelajari
dengan seksama. Media-media yang akan dikembangkan nantinya, seharusnya
merupakan alat bantu bagi sebagian dari permasalahan yang akan dipecahkan.
2.
Analisa Situasi
Media-media yang dikembangkan, tidak dapat berlaku umum
untuk semua tempat, semua orang, dan setiap waktu. Program biasanya memiliki
wilayah layanan tertentu sebagai fokus utama program, dalam memecahkan
permasalahan. Karenanya media-media yang akan dikembangkan, haruslah ditujukan
kepada wilayah layanan program ini. Agar media-media ini dapat tepat guna dan
diterima oleh kelompok sasaran yang dilayani oleh program, maka media-media
haruslah dikembangkan sesuai karakteristik wilayah layanan program. Analisa
situasi diperlukan untuk memperoleh data-data mengenai wilayah program,
sehubungan dengan kebutuhan kegiatan komunikasi.
3.
Analisa Khalayak
Tujuan program untuk memecahkan masalah tertentu pada
wilayah tertentu, haruslah memperhatikan karakteristik kelompok sasaran.
Komunikasi yang dilakukan oleh program bertujuan untuk mempersempit atau bahkan
meniadakan kesenjangan-kesenjangan informasi, pengetahuan, sikap atau pun
perilaku. Data-data mengenai kondisi awal kelompok sasaran dalam hal
kesenjangan informasi, pengetahuan, sikap dan perilaku merupakan modal awal
dalam menentukan tujuan komunikasi. Tanpa data-data ini, program tidak pernah
tahu seberapa besar perubahan yang terjadi nantinya.
4.
Tujuan Komunikasi
Permasalahan-permasalahan mendasar yang ada pada kelompok
sasaran, biasanya merupakan kepedulian utama dari program. Karenanya
kegiatan-kegiatan komunikasi dalam suatu program, diarahkan untuk mencapai
suatu perubahan dari kondisi awal. Demi efisiensi dan efektivitas, tujuan
komunikasi harus dirumuskan dengan jelas. Program harus memiliki tujuan
komunikasi yang dapat dicapai, dimana hasilnya dapat diamati dan diukur. Tujuan
komunikasi inilah yang kemudian akan menjadi modal awal dalam kegiatan
pengembangan media.
5.
Strategi Komunikasi
Tujuan komunikasi yang telah ditentukan oleh program,
biasanya masih terlalu besar untuk dapat dituangkan ke dalam media. Suatu
program dapat memiliki beberapa tujuan komunikasi. Sedangkan suatu tujuan
komunikasi belum tentu dapat dituangkan ke dalam satu media saja. Seringkali,
untuk mencapai suatu tujuan komunikasi diperlukan beberapa media yang saling
melengkapi dan saling menguatkan. Karenanya program harus memikirkan strategi
komunikasi yang akan digunakan dalam mencapai tujuan komunikasi.
6.
Perencanaan Kegiatan Pengembangan Media
Program memiliki kepentingan atas terpenuhinya jadwal
penyelesaian pekerjaan, karena tujuan yang ingin dicapai oleh program juga
memiliki target waktu. Dengan adanya strategi komunikasi, pelaksana program
akan dengan mudah melakukan perencanaan kegiatan pengembangan media. Apabila
media-media komunikasi dibutuhkan pada saat yang bersamaan atau pun berdekatan,
program harus yakin bahwa kegiatan pengembangan media dapat selesai pada saat
yang telah dijadwalkan.
7.
Produksi Dan Ujicoba Media
Pengembangan Media sebagai kegiatan teknis, harus
dilakukan berdasarkan kepada acuan-acuan yang telah dikembangkan sebelumnya.
Dalam tahap ini, semua hasil kegiatan pada tahap sebelumnya, dibutuhkan untuk
pengembangan media.
Produksi dan Ujicoba
Media adalah tahapan dimana suatu media dikembangkan mulai dari pengembangan
pesan-pesan utama, pengembangan naskah, pengembangan visualisasi, penataan
letak, ujicoba pencetakan dan penggandaan media dilakukan di dalamnya.
8.
Penggunaan Media
Media yang telah selesai dikembangkan, akan sia-sia jika
tidak digunakan sesuai dengan tujuan pengembangannya dan strategi komunikasi
yang telah dikembangkan. Program harus dapat menjamin bahwa media yang telah
dikembangkan digunakan sebagai peruntukannya, apabila menginginkan tercapainya
tujuan komunikasi. Pengguna media biasanya bukanlah orang-orang yang
mengembangkan media. Karenanya, program perlu mengembangkan suatu panduan
penggunaan media untuk menjamin berjalannya strategi komunikasi dan terjadinya
komunikasi dengan menggunakan media itu sendiri.
9.
Monitoring Dan Sistem Pengelolaan Informasi
Kegiatan-kegiatan komunikasi yang dilakukan sesuai
strategi komunikasi yang dikembangkan, belum tentu dapat mencapai tujuan
komunikasi yang telah ditetapkan. Sedetil apapun dan secermat apapun
perencanaan yang dikembangkan, selalu saja diperlukan adanya
penyesuaian-penyesuaian. Untuk dapat menjamin tercapainya tujuan komunikasi,
Program harus melakukan pemantauan atas kegiatan-kegiatan komunikasi yang
dilakukan sambil terus mengamati perubahan-perubahan yang terjadi. Adanya
perubahan situasi, dapat saja mempengaruhi efektivitas dan efisiensi kegiatan
komunikasi. Tanpa adanya mekanisme pemantauan dan pengelolaan informasi,
Program akan mengalami kesulitan untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam
waktu singkat. Program dituntut untuk dapat mengembangkan mekanisme pengelolaan
informasi dan mekanisme pemantauan, agar penyimpangan-penyimpangan yang terjadi
di lapangan dapat diketahui sesegera mungkin untuk dapat dilakukan pengambilan
keputusan penyesuaian.
10.
Evaluasi Dan Analisa Masalah
Evaluasi merupakan kegiatan pengukuran secara sistematis
yang dilakukan oleh Program, untuk menilai sejauhmana keberhasilan program
dalam mencapai tujuannya. Evaluasi secara keseluruhan juga akan mencakup
evaluasi terhadap kajian di bidang kegiatan komunikasi. Dalam hal ini, biasanya
pertanyaan-pertanyaan evaluasi diarahkan untuk mengetahui apakah kelompok
sasaran/khalayak telah terjangkau oleh program; apakah terdapat perubahan pada
kelompok sasaran/khalayak (pengetahuan, sikap atau pun perilaku); sejauhmana
perubahan terjadi; mengapa terjadi atau tidak terjadi perubahan dan sebagainya.
Secara alami, program tidak akan mungkin memecahkan semua
masalah yang ada pada suatu kelompok sasaran di suatu wilayah dalam satu waktu.
Permasalahan yang belum terpecahkan akan dikaji ulang dan dicoba dicarikan
jalan keluarnya. Jika permasalahan berhasil dipecahkan, akan muncul
permasalahan lainnya yang menjadi penting untuk dipecahkan. Program akan
bergerak maju, untuk memecahkan masalah-masalah berikutnya. Pada tahap ini,
kegiatan evaluasi sebenarnya merupakan bagian dari kegiatan Analisa Program /
Masalah (tahap pertama) untuk program berikutnya.
Strategi komunikasi diatas secara umum dapat disepakati
menjadi strategi yang komprehensif. Jika pemerintah Indonesia selaku pemangku
kebijakan mampu dan mau menerapkan langkah-langkah tersebut maka kemandirian
energi bukan hanya wacana, tetapi juga menjadi proyek besar bangsa ini yang
mampu melibatkan banyak pihak terkait dan dengan adanya penggunaan strategi
tersebut secara tepat, hasil terbaik bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia
akan permasalahan energi dapat diselesaikan secara optimal (Nuryanti, 2013).
F.
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa penggunaan energi di dunia ini akan semakin tidak terkendali
apabila masyarakatnya juga tidak mampu mengendalikan dengan tepat. Akibatnya
bisa menjadikan persediaan bahan bakar yang ada semakin menipis dan tidak mampu
memenuhi kebutuhan masyarakat secara keselutuhan. Oleh karena hal tersebut,
diperlukan adanya upaya bersama dari berbagai pihak untuk menanggulanginya. Dan
dalam proses pembentukan upaya tersebut jelas dibutuhkan suatu proses
komunikasi yang efektif dan efisien agar tercipta keseragaman makna.
Proses
komunikasi untuk membangun kemandirian energi dapat dilakukan dengan 10 langkah
yang sudah dijabarkan sebelumnya. Apabila hal tersebut diterapkan dengan benar
maka tidak akan terjadi kesalahpahaman diantara masyarakat dan mampu mewujudkah
kehidupan yang lebih baik. Berbagai cara untuk menciptakan energi alternative
juga sudah banyak diterapkan, tinggal bagaimana masyarakatnya mempergunakannya.
Jadi pada dasarnya komunikasi lingkungan memanglah penting, dan kualitas
lingkungan ditentukan langsung dari masyarakatnya itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA:
Badri, Muhammad.
2011. Urgensi Komunikasi Lingkungan. Tersedia
dalam: http://ruangdosen.wordpress.com/2011/06/15/urgensi-komunikasi-lingkungan/ diakses pada 15
Oktober 2014
Citra, Ade
Novanda. 2013. 10 Langkah Strategi
Komunikasi. Tersedia dalam: http://queenovanda.wordpress.com/category/mata-kuliah-komunikasi/ diakses pada 19 Oktober
2014.
Herutomo, Christoporus.
2013. Komunikasi Lingkungan dalam Mengembangkan
Hutan Berkelanjutan. Jurusan Ilmu
Komunikasi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman. Acta Diurna Volume 9, No. 2.
Nuryanti. 2013. Strategi Komunikasi Membangun Kemandirian
Energi. Jurusan Ilmu Komunikasi
FISIP, Universitas Jenderal Soedirman. Acta Diurna
Volume 9, No. 2.
Prasetyo, Septian
Dhani. 2011. Biogas Sebagai Energi
Alternatif Terbarukan. Jurusan Teknik Elektro
Polines
Rahayu, Sugi dkk. 2009.
Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Sebagai
Sumber Energi Alternatif Ramah
Lingkungan Beserta Aspek Sosiokulturalnya. FISE Universitas Negeri Yogyakarta
Sarjana, Jendela. 2013. 9
Contoh Sumber Energi Alternatif. Tersedia dalam: http://www.jendelasarjana.com/2013/09/9-contoh-sumber-energi-alternatif.html diakses pada 20
Oktober 2014
Jumat, September 12, 2014
Pengertian Serta Ruang Lingkup Komunikasi Massa dan Sosiologi Komunikasi Massa
- PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP KOMUNIKASI MASSA
A. PENGERTIAN
KOMUNIKASI
Secara
etimologis, komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication, dan kata communication
berasal dari kata dalam bahasa Latin communication
yang artinya sama. Sama di sini maksudnya sama makna. Kesamaan bahasa yang
digunakan dalam percakapan belum tentu memberikan kesamaan makna. Dengan kata
lain, mengerti bahasanya saja belum tentu mengerti makna yang dibawakan oleh
bahasa itu sendiri (Effendy, 1984:1).
Perbedaan Sex dan Gender
Pada dasarnya perbedaan antara laki-laki dan perempuan
dapat diwakili oleh dua konsep, yaitu jenis kelamin (sex) dan gender.
Perbedaan jenis kelamin mengacu pada perbedaan fisik (perbedaan fungsi
reproduksi) sedangkan gender merupakan konstruksi sosio-kultural. Pada
prinsipnya, gender merupakan interpretasi kultural atas perbedaan jenis kelamin. Bagaimanapun, gender memang berkaitan
dengan perbedaan jenis kelamin namun tidak identik, dan juga tidak selalu berhubungan dengan perbedaan fisiologis
seperti yang selama ini banyak dijumpai dalam masyarakat.
Senin, Juni 23, 2014
Kaum Muda dan Kesadaran Politik
Huru-hara
pemilu semakin terasa kental dari hari ke hari. Persiapan menuju tanggal 9 Juli
mendatang juga merupakan aspek penting bagi berbagai pihak perpolitikan demi
menentukan kehidupan Indonesia lima tahun yang akan datang. Di Indonesia,
persiapan pemilihan umum ini memang menjadi hot
topic yang akan selalu dibahas di manapun, terutama di media, baik itu
dalam jenis media tradisional, elektronik, maupun online.
Menyoal media online, biasanya
merupakan media yang paling efektif bagi peredaran berbagai informasi, karena tempo penyebarannya yang
tegolong cepat. Faktanya media online
justru lebih banyak digunakan oleh kaum muda atau remaja Indonesia dalam
aktivitas penyebaran dan penyerapan informasi dalam berbagai aspek bahasan,
termasuk berita dan isu mengenai perpolitikan Indonesia saat ini.
Media online memang lebih banyak
digunakan oleh kaum muda sebagai hiburan dan pemenuhan kebutuhan untuk diakui
dan dilihat oleh orang lain. Remaja juga memang merupakan active internet user dengan presentase terbesar pengguna media
online. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, media online juga merupakan
media yang efektif untuk menyebarkan berbagai berita mengenai pemilu ini. Namun
yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah seharusnya sikap remaja yang notabene
sebagai generasi muda bangsa dalam memahami paparan media akan berita seputar
pemilu dan berbagai situasi yang bergolak di tubuh negara ini?
Remaja memang dianggap sebagai pihak
yang aktif dan akan selalu up to date dalam berbagai aspek yang menyangkut
kehidupannya. Dengan adanya situasi dan pergolakan mengenai pemilihan umum
calon presiden dan wakil presiden kelak, sebagai generasi yang fresh dan muda, kaum remaja haruslah
memiliki kepedulian dan pengetahuan yang tinggi serta luas akan berbagai aspek
yang dibahas. Hal ini bukanlah tanpa manfaat, apabila kaum remaja mampu
memahami aspek ini, justru akan mendatangkan keuntungan bagi mereka sendiri
pada perkembangan pemikiran dan kemampuan menganalisa suatu fenomena yang akhirnya
dapat menumbuhkan suatu idealisme tersendiri bagi mereka. Hal inilah yang
disebut sebagai kesadaran politik.
Kesadaran politik semacam ini lah
yang berguna membentuk karakter dan pemikiran mereka sebagai generasi muda atas
persiapan dan ancang-ancang bagi
Indonesia beberapa tahun yang akan datang, karena bagaimanapun juga kaum remaja
yang sekarang adalah calon-calon penerus bangsa untuk beberapa tahun yang akan
datang.
Sesungguhnya kaum muda bangsa ini
bukanlah hanya berperan sebagai generasi penerus bangsa. Dalam tubuh bangsa ini
masih sering terjadi pergolakan dalam berbagai aspek kehidupannya. Yang perlu
disadari, bila bila kaum muda/remaja hanya berperan sebagai generasi penerus
bangsa, yang ada segala pergolakan dan ketimpangan yang terjadi sekarang akan
selalu terulang di masa yang akan datang. Oleh karena itu, sadarilah bahwa
sesungguhnya kaum muda bangsa ini juga harus berperan sebagai generasi pelurus
bangsa. Mereka harus mampu meluruskan hal-hal apa saja yang selama ini salah
pada tubuh bangsa Indonesia ini demi menciptakan perubahan yang lebih baik di
masa yang akan datang.
Lalu bagaimakah caranya agar kaum
muda sekarang mampu berperan sebagai generasi pelurus bangsa secara maksimal?
Sesungguhnya semua itu bisa dimulai dari adanya kesadaran politik pada
masing-masing individu. Dengan memiliki kesadaran politik, kaum muda akan lebih
mengerti dan memahami kondisi dan situasi yang ada sehingga mereka mampu memahami
bagaimanakah sikap yang tepat untuk mampu menyumbangkan perubahan-perubahan
pada tubuh bangsa Indonesia.
Memang terdengar sederhana, namun
mampu berpengaruh besar apabila mereka mampu mengimplementasikannya secara
tepat. Jadi, untuk para kaum muda, sangatlah penting untuk turut berpartisipasi
dalam pemilihan presiden tahun ini. Karena dengan begitu, kaum muda sudah
terbilang berproses untuk menjadi suatu generasi pelurus bangsa demi
menciptakan Indonesia yang semakin baik di tahun-tahun yang akan datang.
Rabu, Juni 04, 2014
Oh Ternyata Begini Ilmu Komunikasi itu -Chapter 4, End-
Kembali lagi ke topik ini, topik yang mana penulis akan mengungkapkan mengenai hal-hal apa saja yang udah penulis dapat saat belajar di ilmu komunikasi ini. Ya meskipun penulis ga pinter-pinter banget ngungkapinnya di blog ini, tapi setidaknya penulis cuma pengen berbagi aja dan semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya.
Setelah kita udah ngebahas sikap dan toleransi kemarin, sekarang aku mau masuk ke pembahasan mengenai kenapa sih manusia itu butuh dimengerti dan gimana aja caranya merelakan sesuatu yang mungkin tidak akan menjadi milik kita selamanya, serta bagaimana seharusnya kita mampu menjadi komunikator yang baik. Nah, untuk yang pertama yaitu mengenai kenapa sih manusia itu butuh dimengerti? Manusia tentu akan berasal dari keluarga dan latar belakang yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang kadang bisa berpotensi menimbulkan konflik dalam hubungan. Dengan adanya pengertian kita bisa mencoba untuk memahami sesuatu yang ada di orang lain tersebut dalam berbagai sisi. Jadi, memang seharusnya dalam hidup ini manusia janganlah hanya memandang dari satu perspektif/sisi aja. Jika manusia hanya melakukan hal tersebut, yang ada justru mereka tidak akan pernah bisa mencoba buat mengerti orang lain yang pada akhirnya malah memberi kesempatan orang lain untuk tidak menghargai kita. Terlalu "saklek" dalam suatu hal sebenarnya tidak selalu memberikan keuntungan, namun kalau sudah mencakup masalah prinsip semua itu tergantung dan balik pada masing-masing individunya. Dengan kita mengerti orang lain, tentu orang lain juga akan mengerti kita. Sadarilah sesungguhnya apapun yang ada di dunia ini akan selalu ada "feedback" nya, kalau memang kita ingin dimengerti ya kita juga harus mengerti orang lain. Dengan begitu kita akan merasakan bagaimana rasanya menjalani hidup dengan berpegang teguh pada prinsip kita namun tetap ada orang lain yang mengahargai prinsip kita tersebut.
Yang kedua adalah mengenai bagaimanakah caranya merelakan sesuatu yang mungkin tidak akan menjadi milik kita selamanya. Contoh simple aja mungkin kadang kita merasakan kesusahan, namun tidak selamanya kesusahan itu milik kita. Kadang kita juga merasakan kesenangan, namun juga suatu saat kita harus merelakan kesenangan itu pergi untuk sementara. Dalam konteks hubungan antarmanusia, terkadang Tuhan menciptakan manusia untuk hadir di hidup kita, ada yang memberi kebahagiaan ada juga yang melukis "warna gelap". Namun semua itu tidak akan terpisah dari konflik yang akan menentukan bagaimanakah kelanjutan hubungan kita. Terkadang kita sulit merelakan orang-orang yang harus pergi dari kehidupan kita yang dulunya telah banyak melukiskan kisah indah. Apalagi kalau perginya itu karena sebelumnya ada konflik yang terjadi. Namun sesungguhnya kita harus menerapkan prinsip bahwa memang perpisahan itu hal yang paling buruk dan menyakitkan, namun percayalah mungkin kita perlu bahagia dengan cara kita masing-masing.
Ingat, tidak selamanya ko kesusahan itu akan selalu bersama kita. Kalaupun kita menemui orang-orang yang ternyata tidak mau lagi berlama-lama dalam kehupan kita, atau dengan kata lain mereka memilih untuk pergi, ya relakanlah. Kenangan yang sudah terbentuk biarlah menjadi memori yang tidak akan pernah dilupakan, namun jangan sampai menimbulkan suatu keterpurukan bagi diri kita sendiri. Sesungguhnya kita di dunia ini tidaklah sendiri, saat ada orang yang lebih memilih pergi dair kehidupan kita, biarlah dia pergi. Mungkin dengan seperti ini lah cara Tuhan membahagiakan masing-masing dari kita. Meskipun kerusakan hubungan yang ada akan selalu ada presentase yang disumbangkan karena kelakuan kita sendiri, namun sesungguhnya memang tidak ada manusia yang sempurna.
Selanjutnya, unutk menjadi komunikator yang baik sebenarnya tidaklah susah. Untuk menjadi komunikator yang baik jadilah pendengar yang baik terlebih dahulu. Secara sederhana, bila kita dihadapkan pada situasi ada teman kita yang berniat curhat kepada kita secara langsung, ada baiknya kita dengarkan dahulu dengan seksama. Letakkan ponsel kita terlebih dahulu saat ada orang lain yang lebih membutuhkan kita. Kadang orang yang percaya kepada kita untuk menceritakan masalahnya, hanya butuh didengarkan walaupun mungkin kadang kita tidak selalu bisa memberikan solusi. Setelah menjadi pendengar yang baik, selanjutnya kita usahakan untuk memahami akar masalahnya dan kalau memang mau menanggapi, berikan tanggapan yang positif dan hati-hati. Jangan terlalu memandang sebelah mata kalau memang hal yang mereka ceritakan bertentangan dengan prinsip kita, namun cobalah untuk melihat lebih dekat dan kita akan bisa menilai dengan lebih bijaksana. Untuk tahap selanjutnya, hal-hal yang sudah kita dnegarkan itu dapat kita analisis secara pribadi, renungkan, dan jadikan bahan belajar bagi diri kita sendiri. Kan kita belajar juga bisa dari pengalaman orang lain bukan?
Ilmu komunikasi mengajarkan bagaimana kita memahami orang lain, memahami cara bersikap, dan memahami bahwa manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna. Berhentilah menuntut kesempurnaan dan buat kesempurnaanmu dengan orang-orang yang kau sayangi sendiri. Janganlah terlalu memaksakan kehendak dan menjunjung tinggi keegoisan. Semua itu hanya akan mendatangkan malapetaka bagi diri kita sendiri.
Mungkin semua yang sudah saya tulis terdengar sepele, dan merasa bahwa tanpa mempelajari ilmu komunikasi pun smeua manusia mampu melakukannya. Ya memang hal tersebut bisa saja terjadi, namun saya merasa lebih kuat memahami semua itu apabila memang ada ilmunya dan berdasarkan realitas dan pengalaman yang tercipta. Masih banyak aspek di ilmu komunikasi yang bisa dipelajari, namun saya lebih mengangakt hal ini karena memang saya kini benar-benar menyadari bahwa komunikasi memang merupakan hal yang terdengar sepele namun sesuatu yang esensial bagi manusia. Semua manusia memang bisa melakukan komunikasi, namun tidak semuanya bisa berkomunikasi secara efektif dan efisien.
Mungkin itu sedikit catatan saya yang ingin saya bagi mengenai hal-hal apa saja yang sudah saya dapatkan selama belajar di jurusan ini. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa saya ungkapkan, namun saya masih harus banyak merenungkan semuanya dulu. Saya tidak ada maksud untuk menggurui, hanya sekedar berbagi saja apa yang saya rasakan dan alami selama ini. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih berkualitas :)
Selasa, Juni 03, 2014
Oh Ternyata Begini Ilmu Komunikasi itu -Chapter 3-
Kembali lagi ke pembahasan sebelumnya ya.. Jadi pokoknya yang penulis tulis disini masih seputar konteks hubungan antar manusia aja ya, belum mengarah ke konteks yang lebih spesifik dalam mata kuliah ilmu komunikasi ini. Dan kemarin penulis udah mbahas tentang sikap, yang ternyata akan selalu menjadi aspek yang penting dalam kaitannya dengan kualitas diri kita dan kualitas hubungan kita dengan orang lain.
Selanjutnya aku pengen bahas tentang gimana sih sebenarnya kita memahami orang lain itu? Jadi, berdasar ilmu yang aku usaha serap dalam proses perkuliahan kali ini manusia kan emang akan selalu mempunyai empat kategori hubungan antarpersona. Keluarga, Sahabat, Hubungan Romantis, dan Rekan kerja. Nah, dari yang mulai konteks keluarga dulu deh, orang-orang yang ketemu sama kita setiap hari, dari kita kecil sampai sekarang. Sama keluarga sendiri aja, kadang kita juga punya masalah kan? Entah itu hanya seputar bete-betean, tapi ya tetep aja pernah punya perasaan ga enak sama mereka. Itu sama mereka yang notabene sedarah sama kita loh, aja bisa bete-betean, apalagi sama orang lain yang ga punya hubungan darah dan mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda. Nah disinilah masuk kedalam kategori Sahabat dan Hubungan Romantis.
Gak ada kan manusia yang mau hidup sendiri, dan ga mungkin ada manusia yang ga punya sahabat dan tidak pernah menjalin hubungan romantis sekalipun. Hal ini lah yang membuat manusia akan melewati suatu proses pendewasaan diri dalam hidupnya. Dalam konteks persahabatan dan hubungan romantis ini memang berbeda dengan konteks keluarga. Mereka adalah orang-orang yang pasti memiliki latar belakang kebudayaan dan pemikiran dari kita. Nah, justru hal inilah yang berpotensi menyebabkan konflik paling besar. Sebenarnya kategori Rekan Kerja juga masuk kedalam lingkup ini, karena mereka sama-sama orang yang berasal dari darah yang berbeda dari kita.
Dalam kategori ini lah yang kadang kita memiliki beberapa konflik yang justru kadang ada yang tidak bisa diselesaikan. Bagaimanapun juga, dengan adanya perbedaan pikiran dan latar belakang membuat kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada mereka. Sebagai anak komunikasi, harusnya kita mulai memahami bahwa segala sesuatunya tidak akan pernah dikomunikasikan secara efektif apabila kita tidak memiliki perasaan empati kepada orang lain. Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk memakai "baju kita". Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk mengerti kita secara keseluruhan dan kita tidak bisa membiarkan orang lain merubah diri kita juga. Disinilah letak toleransi dan pengertian menempati urutan pertama dalam konteks hubugan antarmanusia.
Jangan sampai kita mengalami kesalahpahaman dalam berkomunikasi, namun akhirnya justru menimbulkan konflik yang membuat hubungan kita dengan orang lain tersebut menjadi berantakan.
Memang terkadang susah menjaga dan mempertahankan suatu hubungan yang sudah terbina dengan baik, namun bagaimanapun hal ini adalah aspek penting bagi kehidupan kita. Dalam mengaplikasikannya setidaknya kita harus memiliki keyakinan bahwa sesungguhnya dalam memandang suatu hal janganlah hanya dari satu sisi saja, namun cobalah tengok dari sisi lain. Dengan begitu kita akan mencoba belajar untuk memahami hal dari berbagai sisi yang akhirnya dapat membentuk kecenderungan kita untuk memahami situasi dan orang lain.
Mungkin terdengar sepele, namun jujur saja saya sudah sering mendengar hal-hal semcam itu dikatakan oleh motivator atau dari buku-buku, namun ternyata saat saya sudah mempelajari sendiri dan mengerti ilmunya, saya lebih percaya, bahwa hal-hal sepele tersebut seharusnya juga tidak boleh disepelekan oleh anak komunikasi.
To be Continue.
Senin, Juni 02, 2014
Oh Ternyata Begini Ilmu Komunikasi itu -Chapter 2-
Hallo penulis balik lagi, mau bahas tentang lanjutan chapter kemarin, tentang apa aja sih yang udah penulis rasain selama kuliah di jurusan ilmu komunkasi ini. Nah, kemarin kan aku bilang kalo di jurusan komunikasi ini aku dapet banyak ilmu tentang kehidupan dan hubungan antar manusia. Jadi, di dalam jurusan ilmu komunikasi itu sejauh yang aku pelajari ini ada mata kuliah Komunikasi Keluarga, Komunikasi Antarpersona, dan Psikologi Komunikasi. Mata kuliah itulah yang didalamnya berkaitan dengan ilmu-ilmu dalam menyikapi hubungan antar manusia.
Pada dasarnya manusia itu akan selalu memiliki 4 relasi antarpersona, yaitu Keluarga, Sahabat, Hubungan Romantis, dan Relasi Rekan Kerja. Jadi, dalam kehidupan manusia, mereka akan selalu menemui orang-orang yang tergolong di dalam masing-masing kategori tersebut. Nah, tinggal bagaimana caranya agar individu tersebut mampu melaksanakan dan menjaga kualitas hubungan dan proses komunikasi dengan mereka. Setelah mempelajari itu semua aku jadi tau kalau ternyata kita hidup juga ga melulu sama orang-orang yang itu-itu aja. Suatu hari nanti pasti bakal ada orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Namun, kapanpun itu waktunya, tugas kita sebenarnya adalah menjaga bagaimana agar hubungan yang telah kita jalin sebelumnya dapat tetap memiliki cerita indah bukanlah menjadi cerita kelam yang tak ingin diingat.
Namun, aku menyadari bahwa sesungguhnya manusia juga merupakan makhluk yang tidak pernah luput dari kesalahan. Pasti akan selalu ada hal-hal seseorang yang dirasa tidak cocok oleh orang lain. Namun kita sesungguhnya harus mampu menyikapinya dengan bijaksana. Manusia tidak akan pernah lepas dari persepsi. Nah, persepsi ini sebenarnya udah dipelajari dari semester satu di jurusan ilmu komunikasi ini, namun dengan mempelajari persepsi ini aku jadi ngerti bahwa ternyata memang persepsi merupakan inti dari komunikasi. Implikasinya adalah bahwa persepsi kita terhadap orang lain itu akan mempengaruhi cara kita berkomunikasi dengan orang tersebut. Nah, dari poin ini aku belajar bahwa sesungguhnya sikap kita sangatlah penting saat kita melakukan interaksi antar manusia. Akhirnya aku menyadari bahwa sesungguhnya sikap kita itu akan selalu dilihat oleh orang lain, dan akan selalu dinilai oleh mereka, yang akhirnya membentuk persepsi kita terhadap diri kita meskipun tidak mereka ungkapkan secara langsung. Jadi, memang pada dasarnya sikap merupakan aspek yang penting dalam kehidupan kita. Bahkan, meskipun kita anak komunikasi, kadang sikap kita lebih penting dan mampu memberikan kontribusi yang besar daripada apa yang kita bicarakan. Atau dengan kata lain cara kita menyampaikan sesuatu kadang lebih penting daripada pesan yang kita bawakan.
To Be Continue :D
To Be Continue :D
Minggu, Juni 01, 2014
Oh Ternyata Begini Ilmu Komunikasi itu -Chapter 1-
Di awal bulan Juni ini, aku pengen nulis tentang renungan dan pengamatan yang aku lakukan selama dua tahun ini setelah saya resmi menjadi mahasiswi komunikasi. Hehehehehe.. Jujur aja, aku seneng banget jadi anak komunikasi, maksudnya ini jurusan emang karena aku punya minat yang besar disini. Awalnya dengar jurusan komunikasi ini memang aku langsung tertarik dengan jenis-jenis mata kuliah yang akan dipelajari. Dan yaahh..saat aku bener-bener resmi masuk jurusan ini jelas aku sangat senang, dan berusaha menekuni ilmu yang aku pelajari ini.
Sebelumnya, pengen cerita dulu tentang kehidupanku di SMA dengan kehidupanku di bangku kuliahan. Ternyata sangat berbeda. Ibaratnya kita kaya melewati sebuah sungai yang lebar sekali, tapi ga ada jembatannya. Nah, disinilah kita harus mikir gimana caranya agar kita bisa menyebrangi dengan lancar dan selamat di seberang sungai. Yah begitulah, saat aku masih SMA semuanya terasa begitu indah, begitu heboh, rame, seru, dan lain-lain. Namun saat masuk bangku kuliah, semuanya seolah berubah. Aku mulai merasakan perbedaan yang signifikan dalam hal tugas dan kehidupan sehari-harinya. Dan yang lebih terasa berbeda lagi, sejak aku memasuki bangku kuliah masalah dalam hidupku menjadi lebih kompleks. Maksudnya apapun yang aku hadapi menjadi lebih rumit yang kadang tidak bisa langsung diselesaikan. Banyak masalah yang menghadang entah itu dalam berbagai aspek. Sungguh ini fakta!
Nah dari situlah aku mulai berpikir, merenung, dan mencoba memahami bahwa ternyata kehidupan ini memang berputar. Tidak selamanya kita akan bersenang-senang terus dan tidak selamanya kita akan bersakit-sakit terus. Apalagi akhir-akhir ini aku mendapatkan suatu "hantaman" yang sempat membuat hari-haiku tidak nyaman. Namun, entah mengapa aku merasa mendapatkan semua penyelesaian masalah yang ada dari ilmu-ilmu yang aku dapat, yaitu ilmu komunikasi.
Dalam jurusan ini, aku sudah banyak belajar berbagai hal yang ternyata jurusan ini kita mempelajari tidak hanya seputar teori-teori dalam aspek akademis saja, namun juga terdapat teori-teori dalam aspek kehidupan. Nah inilah spesialnya ilmu komunikasi! Dalam jurusan ini ternyata aku belajar mengenai aspek kehidupan, hubungan antar manusia, pengendalian diri, psikologi dll. Pokoknya segala hal yang harus dilakukan dalam kehidupan kita untuk bisa menjalani hidup.
Nah, sejak aku belajar semua itu, akhirnya aku mulai menyadari hal-hal yang mungkin terdengar sepele, namun ternyata sangat penting bagi seluruh manusia, termasuk orang-orang yang sebenarnya bukan mahasiswa komunikasi. Hal-hal penting apa aja sih itu? Oke aku bakal menguraikan namun pada chapter sleanjutnya ya.. heheheheh ;)
Langganan:
Postingan (Atom)
WELCOME!
Visitors
Followers
Blog Archive
-
▼
2014
(33)
-
▼
November
(6)
- Implementasi Kebijakan TVRI dalam Meningkatkan Kua...
- Peran Baru Pelayanan Lembaga Penyiaran Terhadap Ma...
- Pengaruh Literasi Media Terhadap Tingkat Partisipa...
- Pendekatan Teoritis dalam Pembangunan Gender
- Komunikasi Massa 'Kotroversi, Teori, dan Aplikasi'
- Nilai dan Kualitas Berita Televisi serta Implement...
-
▼
November
(6)
Categories
Popular Posts
Translate This Blog?
Diberdayakan oleh Blogger.
One Step Closer With Me
My Facebook
About The Author
- Victorey
